Malam yang indah di hari lebaran

Malam itu pukul 19.00 wita, terdengar suara takbiran dari berbagai sudut kota palu .saya segera mengambil kabel yang bermuatan arus listrik itu untuk di colok ke HP saya. Dan memutar takbiran yang beraliran dj remix itu.

“ Allah huakbar allah huakbar allah huakbar, la ilaa hailallah aula huakbar allah huakbar walilla ilham “ saya pun langsung mengatakan puji syukur kepada yang di atas , kalau saya masih di beri kesempatan untuk melaksanakan hari raya qurban atau idul adha ini.
Malam itu sangat menyenangkan karena, teman teman saya datang untuk berkumpul bersama sama . dan kamipun mengukuti takbiran itu.

“ treng,,treng,,” suara hp saya. Ternyata itu mendakan bahwa ada pesan masuk, dan itu dari ade Mhey. “ kaka ba.apa ?” tanya Mhey di dalam pesan. “ ada duduk dengan teman teman de “ jawabku di pesan. “ ow begitu, tidak jadi kaka kerumah kah ?” tanya mhey. “ aii mungkin nanti besok malam de, apa ada teman teman disini tidak enak kalau di kase tinggal” jawabku sambil mengambil sebatang roko yang ada di dekat temanku. “ ow ie kaka t.ppah “ jawabnya.

“treng,,treng” suara hp saya terdengar lagi. Dan itu adalah pesan dari ade mhey lagi.” Kaka jangan lupa makan nah ?” perhatiannya. “ie de makasi “ jawabku. “ masama kaka” ujarnya.

Malam perlahan lahan semakin larut, dan suara takbiran mulai tak terdengar lagi. Dan rasanya mata saya juga perlahan lahan mulai menutup sendirinya. “ kawan kawan saya minta maaf ini,soalnya saya sudah tidak tahan mata saya untuk terus terbuka, saya mau tidur duluan saja.” Kataku kepada teman. Sambil menguap nguap. “ ok ok sipp kawan ,kamu tidur saja duluan.” Kata teman teman saya secara bersamaan.

Saat saya mengambil selimut yang ada di dalam lemari itu, tiba tiba bergetar kembali hp saya. “ kaka jangan begadang e,” kata mhey. “ie de ,ni juga mau tidur sudah” jawabku.ow ia de,, kaka besok malam kerumahnya ade yach ? “kataku. sambil senyam senyum.” Ie kka. Ade tunggu itu.”katanya. “ e de,,ayo bobo saja uda jauh malam ini.”kataku.

“ hoammmm”masih ngantuk. Tidur lagi ahh,.”
Keesok paginya, saya kaget dan ternyata sekarang ini sudah jam sembilan lewat. “ Ya allah kenapa saya tidak sempat mengerjakan shalat ID berjamaa.” Berkata dalam hati. Tak lama kemudian, datang teman saya, dia pun langsung mengulurkan tangannya untuk meminta maaf.saya pun begitu.
Tidak di rasa hari mulai sore, sayapun langsung mandi dan bersih bersih. Sekitar pukul 08.15 wita. Saya tidak mau lama lama membuang waktu. Saya langsung berangkat pergi kerumah ade mhey.

“assalammualaiikum” sapaku. “ walaikummuasalam” jawab ibu mhey. Sayapun langsung mencium tangan ,dan bapak mhey juga berada di samping ibu mhey itu. Sayapun langsung mencium tangan kedua orang tua mhey. Hati saya senang sekali bisa di terima dengan tangan terbuka oleh keluarga mhey.

“kenapa baru muncul lagi di sini ?” tanya ibu mhey. “ baru datang saya dari kampung tante jadi jarang kerumahnya tante.”jawabku . “oo, begitu.” Ibu mhey.
“tunggu sebentar, tante mau panggil mhey dulu,soalnya mhey ada dirumahnya tantenya.”kata bu mhey.sambil berjalan menujuh pintu pagar. “ ie tante”sambungku.

“assalammualaikum” sapa mhey dari pintu pagar itu. Mhey pun langsung duduk di samping saya . “ sori ada di rumahnya tanteku saya tadi”katanya. sambil menunjukan senyum tipisnya itu.
Beberapa saat kemudian, ibu mhey datang menghampiri saya dengan mhey yang berada di teras rumah itu, sambil membawah secangkir air panas dan empat buah kue yang tersusun rapi di dalam piring itu. “ terima kasih tante” kataku sambil tersenyum. “ iya sama sama naa “ bu mhey.

Ibu mhey pun langsung masuk kedalam rumah untuk menonton tv. Sedangkan saya bersama mhey sedang asyik bercerita sambil bercanda tawa. Di dalam hatiku saya berdoa. “ ya allah jika dia memang yang terbaik untukku jangan pisahkan dia dengan saya.” Doaku dalam hati.

Jam sudah menunjukan pukul 09.36 wita. Saya pun mengubah canda tawaku menjadi suatu pembahasan dari hati ke hati. “ ade, ade masih sayang sama kaka ?” tanyaku. “ emm, jujur kaka,ade masih sayang dengan kaka.” Jawab mhey dengan muka yang serius. “kalau kaka masih saya dengan ade?” tanyanya. “ iaa kaka juga jujur kalau kaka masih sayang dengan ade itu.” Kataku. “Sebelumnya kaka dengan ade, tidak punya status, karena di sebabkan oleh orang ketiga,jadi kita sempat pisah.”lanjutku.” ie kaka.” Mhey. Meskipun kaka sudah sakiti hatinya ade.tapi ade tidak bisa benci atau tidak kenal dengan kaka. Ade sayang sekali dengan kaka itu sampai kapanpun. lanjut mhey.

“ ade mau balikan dengan kaka lagi ?” tanyaku. “ menurut kaka bagaimana”mhey. “ya kalau kaka maunya kaka dengan ade balikan seperti dulu lagi.”kataku. “ ie kaka ,,begitu juga ade, ade sayang sekali dengan kaka.” Kata mhey. Tapi kaka jangan buat ade seperti dulu lagi yac.” Lanjut mhey. Dengan muka sedihnya.
“ terima kasih ya de. Kaka janji tidak mau buat ade sakit hati lagi .”kataku sambil melihat wajahnya yang sedih itu. “ ie kaka saya percaya dengan kaka itu.” Mhey.

Dan kami berdua langsung berpelukan. Sungguh indahnya malam itu.
Sekian lama kami berdua bercerita mulai dari canda dan tawa. Dan saya baru sadar dan ternyata batas bertamu saya sudah sedikit kelewatan dengan waktu yang di tentukan.

“ saya langsung pamit pulang dengan mhey. Dan saya masuk kedalam rumah untuk berpamitan dengan kedua orang tuanya. Mheypun langsung membangunkan ibunya yang sedang tidur di kursi biru di depan tv itu. “ mama mama …, ka dedi pamit pulang.” Kata mhey sambil menggerak – gerakan bahu ibunya. “oo,, iee naa . hati hati di jalan. Nanti kalau ada waktu jangan malu malu datang kerumah lagi ya naa .” kata ibu mhey. Sambil memegang – megang kepala saya.

“assalammualaikum” sapaku sambil memakai helem. “waalaikummusalam”mhey dan ibunya.

i miss u mhey …….

by.chiipiitmu……

cari pengalaman jilid 2

Suara adzan mulai terdengar lagi . saya pun langsung bergegas pergi menuju keran air yang ada di samping kamar mandi itu, untuk mengambil wudhu.

Setelah beberapa menit mengerjakan shalat , tiba – tiba terdengar lagi suara deringan Hp saya yang ada di samping bantal guling itu.
“ Hallo , om “ sapaku. “ dengan siapa kau di toko ? “ tanya om . “ saya sendiri saja om “ kataku. “ oow iya, om sebentar lagi mau kesitu “ om saya. “ saya mau beli susu untuk Dafu dulu “ lanjutnya. “ oww. Iye om “ ujarku. “ ok ok “ om saya.

Waktu sudah menunjukan pukul 13.00 wita. Sengat matahari mulai menyerang. seperti rasanya berada di dalam open. Keringat bercucuran perlahan – lahan menuruni pipi hingga ke leher.
Saya pun tidak tinggal diam . saya pun mencari akal untuk bisa tetap dingin, meskipun sengat matahari begitu panasnya.

“ adoo panas sekali e, apa yang saya buat ini supaya saya tetap dingin. “ kataku dalam hati , sambil melirik kekiri dan kekanan.
tanpa tidak sengaja, saya melihat kipas angin yang berada sidut dinding itu.

Saya pun bertanya – tanya . “ kira – kira ini masih bisa di pakai ka “ kataku. “ ahh, saya coba dulu. tapi sebelumnya saya harus membersihkannya dulu. “ kataku. “ Soalnya sudah di penuhi debu dengan berbagai macama kotoran lainya, yang melekat di kipas angin itu.” Lanjutku.

Setelah membersihkan kotoran – kotoran yang melekat di kipas angin itu, saya pun langsung memajangnya kembali di tempatnya. Dan saya menarik kabel untuk di siap colok. “ Asyikkk , ternyata masih bisa di pakai “ kataku. Sambil tersenyum – senyum. “ ahh segar.” Kataku.

“ sudah jam begini .om saya belum datang juga.” Kataku. “ biar saja, “ ujarku. “ mungkin saja dia masih ada kesibukan lain di luar sana. Sehingga belum datang juga.” Lanjutku.
“ crug . crug .” astagaa . , perutku sudah mengeluarkan bunyi. Itu pertanda bahwa saya lapar. “ saya baru sadar ternyata dari pagi sampai sekarang, saya belum ada makan – makan “ kataku sambil memegangi perut.

“ kalau saya menunggu om saya datang, bisa – bisa maagku kambu lagi.” Lanjutku.
Saya pun keluar dari toko. Saya pun melirik kekiri dan kekanan. Ternyata di jalanan sepi juga.

Kebetulan pada saat itu, toko om saya berdekatan dengan Ruma sakit. Jadi tiap pagi dan siang – siang . itu ada yang menjual nasi bungkus. Nah pada waktu itu juga saya lansung pergi ke rumah sakit . setibahnya di sana saya langsung membeli nasi bungkus itu lalu saya balik ke toko lagi.

Setibahnya saya di toko, saya langsung mengambil piring yang tersusun rapi di temaptnya itu. Lalu saya makan .

Setelah selesai makan, tiba – tiba saya berpikiran. “ kira – kira ada air minum ka di sini ?” tanyaku dalam hati.
Saya pun langsung menyimpan nasi yang sedang saya makan itu. Untuk mencari air minum yang ada di toko itu. “ astagaaa. Ternyata air minum di sini tak ada “ kataku. Sambil menggeleng – gelengkan kepala.

“ kalau begitu, saya harus beli air minum dulu.” Kataku. Saya langsung pergi ke kios untuk membeli sebotol air minum yang berukuran sedang .

Tibahnya di toko, saya langsung minum. dan melanjutkan kembali makan saya.
“ Alhamdulilla, akhirnya kenyang juga “ kataku. “ adoo tidak semuda yang kita bayangkan. Ternyata di kota itu kalau tidak punya uang bisa – bisa mati kelaparan. Di tambah lagi kalau tidak punya keluarga. Adooo ampun saya.” Imbuhku.

“ Assalammualaikum “ sapa om. “ waalaikummuasalam” sahutku. “ om ada bawahkan ded makanan ini.” Katanya. “ iye om, sudah selesai makan juga saya tadi.” Kataku. “ oww, beli makanan kamu tadi ?” tanyanya. “ iye om, saya beli dengan mas – mas yang menjual di rumah sakit itu.” Kataku. “ oww. Iye. Enak nasinya itu.” Om saya. “ saya juga biasa beli nasi dengan dia “ lanjutnya.
“ ok, ok om mau mandi dulu ya ded.” Katanya. “ iye om.” Ujarku.

Setelah selesai mandi , om saya langsung memberi tahu saya tentang bagaimana cara menawarkan barang kepada orang lain dengan benar dan sopan.
Setelah beberapa jam, tiba – tiba terdengar kembali suara adzan. Dan itu menunjukan bahwa hari telah usai.
“ iyo siap siap ded “ kata om saya. “ iye om .” kataku. Saya mau ambil sejada dulu dengan topi.” Lanjutku.
Dan lalu saya langsung pergi ke Masjid dengan om saya.

Hujan

 

Dingin perlahan – perlahan menghampiri di kesunyian di malam itu.

 upik yang duduk di sehelai kain itu sudah kelihatan pucat, seperti isi buah kelapa yang masih muda.

“ Upik kenapa ?” tanya Muli. “ saya tidak kenapa – kenapa ?” jawab Upik. “ ooh, begitu iya iya .” ujar Muli.

Hujan pun perlahan – perlahan mulai mengeluarkan suara yang begitu besar, dan itu  tandanya hujan malam ini akan turun begitu derasnya.

   Upik pun tidak membiarkan tubuhnya yang begitu kecil di landa kedinginan yang terus menerus, dia pun langsung mengambil inisiatif agar dia tidak kedinginan lagi.

“ bapak mau kemana ?” tanya Anto. “ saya mau mengambil jaket saya yang ada di kamar sebelah.” Ujarnya. “ ohh, begitu .” ujar Anto.

“ado masih tetap juga dingin lee.”kata Upik.  “nanti pakai apa ini baru dingin ini hilang . “ lanjut Upik.  Tanpa sengaja Anto mendengar kata dari Upik tadi . Anto pun melontarkan sedikit kata yang isinya sedikit mengandung humor.

“ pakai  kasur yang tebal saja.hahahahahahahahaha.” kata Anto. Sambil menyalakan lilin yang tinggal sepotong itu.”

“ hahahahahahaha, kau kira saya seperti kau, yang biasanya kalau dingin pakai kasur.” Jelas Upik. Sambil mengusap sedikit lendirnya yang sedang menuruni dagunya.” Bercanda teman.” Kata Upik. “ iya iya saya juga cuman bercanda .” ujar Anto.

Malam semakin larut. suara – suara yang tadinya begitu jelas kedengaran, kini hilang dalam waktu yang sekejap saja. Dan hujan pun sudah mulai mengeluarkan suara kecilnya. Itu pertanda bahwa hujan akan berhenti.

“ Anto, kau mau kemana ?” tanya Upik. “ mau tidur” kata Anto. “ mungkin dengan tidur, dinginku akan hilang. Karena saya juga dari tadi ini sudh dingin sekali.” lanjut  Anto. “ ohh, iya iya “ ujar Upik.

    Waktu menunjukan pukul 03.15 wita. Dan sebentar lagi akan pagi. Upik masih tetap bertahan di tempat duduknya, sambil melihat – melihat lilin yang nyalahnya tidak begitu terang.

“ Upik,kau tidak mau tidur ?” tanya Muli. “ ahh, tidak. “ jawab Upik. “ tanggung kalau tidur, soalnya pagi tidak lama lagi. Jadi untuk apa tidur .” lanjut Upik. “ohh, iya.” Ujar Muli. “ Tapi,kau harus jaga juga kesehatanmu. Jangan sampai hanya karena bergadang begini, kau jatuh sakit.” Lanjut Muli. “ iya. Makasi atas saranya Mul.” Kata Upik. “ iya. Sama – sama Pik.” Ujar Upik.

   Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 05.54 wita. Muli pun tidak lupa dengan kebiasaanya. Yang   setiap paginya ia selalu memanaskan mesin motor kesayanganya itu.

    Upik pun tak mau kalah juga dari Muli. Upik pun langsung mengambil sapu yang ada di balik pintu dekat Muli memanaskan motornya.

“ hamaaaa, banyak sekali ini sampah e .” kata Upik. “ apa boleh buat ini sudah menjadi  resiko kalau punya pohon di halaman. Jadi di bersihkan saja.”lanjutnya.

   Selesai memanasaan motor kesayanganya. Muli pun langsung menuju ruang dapur dan langsung memanaskan air.

“ kasih banyak memang airnya di masak , soalnya saya juga suka minum kopi.” Kata Upik. “ iya, banyak juga saya masak ini pik.” Ujar Muli. “ ok, ok sipp sipp “ ujar Upik.

    Sang surya mulai menampakan wajahnya sedikit demi sedikit . Seperti anak – anak yang sedang  bermain petak umpet yang mengintip temannya yang sedang mencarinya.

    Seperti biasanya,  kalau sudah jam 07.30 wita. Upik, Muli, dan Anto. Mereka bertiga itu mahasiswa yang rajin pergi ke kampus.

Dan mereka berpisah di pagi itu. Untuk melakukan aktivitas mereka masing – masing.

 Tapi, ada juga sebagian teman – teman lainya masih menikmati tidurnya yang begitu menyenangkan bagi mereka.

Sungguh indahnya saat itu. Canda,tawa dan sedih sudah di nikmati kami bersama.

Tetap semangat teman – teman .

 

 

 

 

 

 

 

cari pengalaman jilid 1

Selama 1 bulan penuh di palu. saya masih teringat dengan kampung halaman saya yang jauh di sana. yang jaraknya itu dari kota tempat saya sekarang ini kurang lebih 300 km. Dan itu menempuh waktu yang cukup lama.

Setelah beberapa menit duduk termenung, saya berpikir kembali, kalau saja saya masih tetap bertahan di kampung halaman saya , mungkin saja saya ini belum mengetahui perkembangan apa saja yang sudah terjadi di era modern ini baik itu perkembangan tekhnologi maupun perkembangan – perkembangan imformasi lainya.

Nah justru itu, saya ingin keluar dari keterpurukan itu. Dan ingin mengetehuinya lebih jauh lagi.
Tidak terasa, saya tinggal di kota orang ini sudah memasuki bulan kedua. “ kalau saya selalu diam begini, dan saya tidak punya inisiatif, apa apa saja itu pasti saya tidak akan mengetahuinya.” Pikirku.

Dan saya tidak mau selalu tergantung oleh orang tua saya.orang tua saya selalu mensupot saya dalam hal apapun itu yang penting tidak merugikan orang lain. Karena saya tahu , yang hidup di dunia ini bukan hanya saya seorang. Jadi, jalani hidup itu dengan sebaik mungkin dan selalu berbagi.

“ kring, kring ,.” Terdengar lagi suara deringan, dan itu suara deringan hp saya. Yang jenis deringnya memanggil dan itu dari Om saya. “hallo, assalammualaikum warahmatullahi wabarakattu “ jawabku. “ ded, kamu dimana? Tanya om saya. “ di rumah tante saya om” jawabku. “o, kamu bisa jagakan tokonya om ?” tanyanya. “ soalnya tokonya om tidak ada yang jaga. Jadi kalau bisa kamu kamri sekarang.” Lanjutnya.
“o, iya om “ kataku. “ saya pun langsung bergegas dari tempat duduk saya untuk mengambil tas saya yang ada di dalam kamar itu. “ tante saya mau pamit dulu mau ke tokonya om.” Kataku . “ soalnya tidak ada yang jaga tokonya.” Ujarku. “ o, iya hati hati di sana. Jangan nakal, terus menurut kalau om bilang.” Tanteku. “ iye tante, makasi tante.” Kataku. “Sambil mencium tangannya.” “ saya pergi dulu tante” pamitku. “ iya hati hati. “ katanya.

Sekitar 19.07 wita saya tiba di toko om saya tersebut. “Asslammualaikum” salamku. “ walaikummusalam” jawab. “ ada om” tanyaku. “ o, ada. Tapi ada di dlam kamar mandi dia “ kata seorang karyawan om saya. “ iya.” Ujarku. Saya pun langsung menyimpan tas saya di samping pintu kamar om saya itu.
“e , ded.” Om saya. “ dengan siapa kamu kemari ?” tanyanya. “ saya sendiri saja om” jawabku. “ jadi bagimana, kamu mau jagahin tokonya om tau bagaimana ?” tanyanya. “ iya saya mau om” jawabku. “ “ ok, kalu begitu.”ujarnya. om mau keluar dulu sebentar , soalnya ada urusan sedikit di luar.” Katanya. “oh, iya om” balasku.
Sekitar setengah jam kemudian, saya pun langsung mengambil handuk yang ada di dalam tas saya. Dan saya pun pergi menuju kamar mandi yang jaraknya tidak jauh dari ruang tamu itu.

Suasana semakin sepi. Saya pun tidak tahu mau berbuat apa. Dan waktu sudah menunjukan pukul 22.15 wita. Dan mata saya juga sudah mulai tertutup perlahan- lahan. Saya pun tidak membuang – buang waktu , saya langsung mengambil kasur yang ada di atas tempat tidur itu. “ sepertinya tidur di lantai itu lebih asyik dari pada tidur di atas ranjang.” Pikirku.

Saya pun langsung menjatuhkan badan saya di atas kasur yang berukuran 1X 3 itu. “ Alhamdulillah, akhirnya saya bisa istrahaat juga.” Ujarku .
“ kring – kring “ terdengar lagi suara hp saya yang ada pas di samping saya tidur itu. “ hallo” sapaku. “ ded.” Om saya. “ tutup saja pintu toko itu , om tidak balik ke toko lagi. Om sudah di rumah ini.” Lanjutnya. “ oh. Iye om, sudah saya tutup” ujarku. “ok.” Om saya.

“ Berarti malam pertama di sini , tidur sendiri lagi.” Desisku.
Sebelum tidur saya terlebih dahulu mencuci kaki dan menggosok gigi. Setelah itu saya saya tidur. “ wah, ini sudah kelewatan waktu tidur saya.” Kataku. Saya pun langsung tidur dan terlelap.

“ Asslatu hairun minannnaun.” “ ternyata sekarang sudah subuh ya.” Ujarku. Saya pun langsung bangun dari tidur saya dengan mata agak sedikit tertutup. Dan langsung menuju keran air yang ada di samping kamar mandi , dan untuk mengambil air bersih (wudhu).

Dan langsung shalat. Setelah shalat saya , saya melihat ada Alkur’an di atas lemari itu, dan itu milik om saya. Saya pun tidak segan – segan mengambilnya, karena saya hanya ingin membacanya saja dan tidak punya niat jahat ataupun yang lainya.
Cahaya birunya langit sudah mulai kelihatan. Dan itu menunjukan waktu pagi tidak lam lagi. Tiba – tiba hp saya berdering. “ siapa yang menelpon ya subuh – subuh begini .” tanyaku dalam hati. Dan saya langsung melihat hp saya dan ternyata , itu dari tante saya. “ hallo.” Sapaku. “ hallo de. sudah selesai shalat ?” tanya tanteku. “ sudah tante .” jawabku. dan ini lagi mengaji. Lanjutku. “ oh, iya . “ katanya.

Dan saya pum melanjutkan kembali bacaanku. Hingga sang pajar menyambutku dengan begitu indah akan sinarnya.

Teman Facebook

 

 

  *** Sekitar pukul 02.30 Wita .    saya langsung membuka akun facebook saya. Dan saya mengupdate status, dan kemudian diikuti teman – teman yang lain untuk menglike dan juga mengomentari status saya tersebut.

   Awalnya saya tidak tahu, kalau teman yang ada di inbox saya itu kenal dengan namanya Mhey.            “Assalammualakuum, kk kenal kh yang namax Mhey.? Dwi. “ walaikum salam warahmatulallahi wabarakatu. Mhey mna de .? tanyaku. “ itu kk , yang biasa smsan sama kk “ ujarnya. “ o, iya kenapa de ? tapi kk cuman kenal di fb sja.” Jawabku. “ dalam hatiku iyo iyo saja padahal saya tidak kenal itu yang namanya Mhey .hahahahahaha) “ lanjutku.

 Setelah beberapa menit saya online. Tiba – tiba ada teman saya yang lain menyapaku lewat Inbox facebook juga . “ hay kk lagi apa n apa kbar. ? yuni .  “ hy juga nhi lgi dduk aja , kbar baik , ade dan g,mna kbarx. ? “ jawabku. “ bguslah klo gitu kk . baik2 jugaa “ yuni.

Tadinya saya ingin off,  soalnya mata saya sudah mulai berat  dan rasanya ingin tertidur didepan laptop. Tapi saya masih penasaran dengan yang namanya Mhey itu. Yang manakah orangnya ? tanyaku dalam hati. Tidak membuang- buang banyak waktu,  saya pun langsung mencari yang namanya Mhey itu di pencarian facebook saya. “ o, yang ini to orangnya. Emm cantik jugaa rupanya.” Ujarku dalam hati sambil senyum – senyum.

Setelah saya melihat – lihat frofil akun facebook mhey, tampak tidak sengaja saya berpikir sedikit tentang dia. “ emm kira –kira kalau dia tidak punya pacar, terus kalau saya dekati kira – kira dia mau tidak sama saya. ? tanyaku dalam hati. “ tapi saya pengen kenal dekat dengan dia dan saya mau berteman saja sama dia, tapi kalau dia mau jadi pacarku ya Alhamdulillah . kalau dia tidak mau jadi pacarku ya alhamdulillah juga.  yang pentingkan saya bisa berteman sama dia.” Lanjutku.    “ hehehehehe tapi tidak mungkin, diakan belum kenal dengan saya. Apalagi belum pernah ketemu dengan saya.” Pikirku.

Keesokan harinya tepat hari senin, saya mencoba kembali menanyakan pada diri saya. “ penasaran sekali saya dengan yang namanya Mhey itu.” Ujarku dengan wajah sedikit kusut.

Saya pun langsung mencari kembali nama Mhey di pencarian facebook saya, saya langsung mengirimi Mhey pesan singkat di hari minggu kemarin. “met harming,,, lgi apa lee de.. .? “ tanyaku.  Namun tak ada balasan sehurufpun tak ada. Tapi saya tetap sabar saja akan balasannya. “ harapku

“ Tenggg “ terdengar lagi suara inbox saya. Dan ternyata, itu adalah balasan dari yang namanya Mhey itu. “ met harsen kk lgi apa. ?  “ Mhey membalasnya dengan hari ini hari senin, tapi tidak apa apa yang pentig Mhey membalasnya.” Ujarku.  “met harsen too adequuu .. nhi lgi dduk bru buat kliping tdi . .. . adequu lgi apa ? jawabku. “ lgi nntn ,, hm kakk mankk sa inhh lbh muda dri kka tpii nda usahh jga pnggl sa “adeku” , lw mw pnggl ade sja ..
maaph sblumnyaa …” Mhey. “ooww bgtu ade iya maaf , , ,, ade kk kngen lee ma ade . . . . npa ade bru da kbar dan ? “ balasku. “ he’e kk ini siaapa saya tidak kenal kk  mingkin kk slah orang.” Mhey. “ iya maaf de memang saya tidak kenal ade(Mhey) , tapi saya pengen kenal dekat saja dengan ade(Mhey) itu. Hehehehehehehe ya allah bakerjain orang lagi saya ampunilah dosaku ya Allah. “ Desisku sambil senyum- senyum seperti orang gila. “

 Dan akhirnya saya mengaku kalau saya memang tidak kenaL sama dia itu. “ bdw ade (Mhey) tinggal d,mna ? tanyaku. “ tggal di jlan raya . kk dan tggl d,mna ? jawabnya. “ ko tinggal di jalan raya terus kalau ada mobil bagaimana sudah itu..hehehehehehehe “ ujarku dalam hati. Sambil mengusap – ngusap keringat yang ada di jidad.  “ oow, kk tggl d, jl,s,parman. “ jawabku. “ o, “  “ kk b,apa? Mhey. “ lgi nulis cerpen aja, ade (Mhey) dan lgi apa ? tanyaku balik. “ o, kk penulis yac ?” Mhey. “ ya ya ya bgtulah “ jawabku. “ ade (Mhey) salut ma kk . n ade itu sebelum tidur bca2 cerpen dulu. “ katanya. “ o. Bgtu, iya nnti kk buatkan cerpen ya buat ade ma kk ? ujarku. Masih di inbox. “ jgan lupa mkan ya de ? kataku. “ iya kak , mksi kak juga jgn lupa mkan ya ?  jawabnya. “ iya de mksi . kita boleh berteman kan de ? balik saya. “ iya kk kta beteman.” “ mksi de “ ujarku, dengan rasa bahagia. “ sama2 kk “ jawabnya. “ klau bgtu kk buat cerpen dlu yac de.? Tanyaku. “ iya kk. “ jawabnya. Salut ade sama kk .” lanjutnya.

Dan akhirnya saya pun langsung membuatkan  cerpen untuknya. dan cerpen itu selesai pada pukul 16.43 wita.

Alhamdulillah akhirnya selesai juga.

                                                                              ***

 

Sumber : Dedhy kurniawan.

Fhay Dan Kopi

***  Suara air begitu deras menuruni mata keran itu, dan  terliahat Fhay yang lagi asyik mencuci beras untuk di masak untuk sarapan pagi.

“ Rajin sekali kamu anak muda “ ujarku . “ kasih panas dulu air terus buat kopi yac “  fhay sambil mematikan keran air tersebut. “ siapp komandan “ ujarku .

Matahari mulai menampakan dirinya,  saya pun tak ragu – ragu untuk melakukan aktivitas karena bagi saya matahari itu penyemangatku.

Setelah air yang di panaskan tadi sudah mendidi, saya langsung mengambil  dua buah gelas yang berada  di atas keranjang yang berwarna merah itu lalu saya menaruhkan kopi lalu saya beri air panas lalu saya diamkan beberapa detik untuk menghasilkan kopi yang sempurna tanpa ada bubuk di pinggiran gelas tersebut.

“ mantappp pas banged rasanya “ harapku semoga di sukai fhay kopi buatanku. “    “ baek sekali kamu anak muda ,huffffffzz eemmm mantap mantap berarti kamu sudah profesional “ ujar fhay sambil menyalakan korek api untuk membakar sebatang rokok.”

Setelah manikmati kopi buatanku, fhay langsung mengambil handuk yang ada di tali jemuran itu.

“ mau mandi dulu saya” fhay. “ kase tahu  dengan Rudi mau mandi dulu saya .” lanjut fhay. “ hahahahaa iya nanti saya kase tahu rudi” ujarku. Fhay langsung masuk  kedalam kamar mandi.

Tidak membuang – buang waktu , saya langsung mengambil sapu di samping pintu  untuk menyapu di ruangan saya yang dimana setiap saatnya saya pakai untuk istrhaat.

Keasyikan menyapu,  “ sudah abis mandi saya” fhay. “ kase tahu lagi Rudi sudah abis mandi saya,” lanjut fhay. “ Rudi sudah abis mandi fhay .” “ hahahahaha bilang saja sama fhay iyo.” Ujar Rudi sambil tertawa.

“ adoow habis lagi  rokok ded “ ujar fhay dengan jidad kerucut. “ jadi bagaimana sudah dan ini “ jawabku. “ saya langsung melihat tabungan saya kebetlan utnuk tiga hari kedepan masih bisa merokok.” Ujaraku . “ ok kalau begitu kau pargi beli dulu rokok  satu bungkus.” Fhay. “ siapp komandan .” saya pun langsung pergi dengan berjalan kaki yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya, hitung- hitung olahragaah biar sehat.

Setelah beberapa menit saya pun sampai di rumah. Dan sya melihat fhay lagi asyik mengetik , dan saya meliahat wajahnya yang kurang semangat itu. Saya berpikir mungkin saja tidak ada rokok jadi konsenterasinya tidak teratur.

                                    

“ ini rokok”lanjutku   “ asyikk tasambung lagi hidup.” Fhay, sambil membuka segelan rokok tersebut.

Suasana ruangan pada saaat itu sangat panas sekali sehingga Fhay langsung menjalankan kipas  angin yang berda di sampingnya itu.

 Saya pun langsung keluar dari ruangan untuk mencari tempat yang lebih sejuk dan dingin. Sementara fhay bertahan di ruangan itu.

“ huftttt pepanas sekali di dalam ruangan itu e. “  tidak tahan saya berlama – lama di dalam ruangan itu bisa – bisa saya mati.”  Lanjutku sambil melihat pohon jambu yang ada didepan saya yang buahnya sudah merah- merah dan siap untuk di panen.

  Saya baru tahu,  dan ternyata fhay  itu tidak tahan kalau tidak minum kopi seharian.  Karena menurutnya, itu penting sekali dan itu mempertajam daya ingat kita . jadi selama  dua puluh empat jam  dia itu harus minum kopi. Jelasnya.

Sementara itu, saya sebagai pribadi sebenarnya tidak suka dengan yang namanya kopi. Tapi saya suka lihat orang yang suka minum kopi, rasanya itu seperti ingin meminum kopi. “Heheheheheheeh,”Jelasku..

Saya pun langsung masuk keruangan saya untuk baeraktivitas.

Dan saya baru paham akan khasiat kopi itu. Terima kasih Fhay atas infonya.

Dan akhirnya saya mengonsumsi kop.i tapi tidak sering.

                                                                         ***

 

 

 


 

 

 

Kamar Mandi

*** Hari hampir magrib, saya lansung keluar dari ruangan tempat saya bekerja untuk keluar pergi mengambil handuk yang ada di tali jemuran depan kamar, lalu saya masuk kamar mandi untuk meamandikan tubuh saya yang seharian tidak pernah tersentuh oleh air sedikitpun. Setelah beberapa menit saya di kamar mandi , saya langsung teriak kepada teman saya kebetulan dia lagi asyik Nonton TV sekitar dua meter dari kamar mandi . “ kiyat matikan keran air “  teriak saya dari kamar mandi sambil menggosok badan yang gatal.

 ” Saya mencoba meneriaki kembali teman saya (kiyat) tapi dia tidak mendengarnya saya pun keluar dari kamar mandi dengan badan tanpa busana, kebetulan pada waktu itu suasana rumah tampak sepi jadi saya tidak perlu ragu untuk keluar dari kamar mandi tersebut. Sesampainya saya di depan TV tempat teman saya menonton ternyata teman saya itu sudah masuk kamarnya untuk tidur dan suara TV pun begitu keras jadi teriakanku tidak di dengar oleh teman saya. “dan saya berkata dalam hati ‘ kiyaaat kiyaaat ‘

Tidak mau membuang buang waktu saya pun langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi .

 Setelah saya keluar dari kamar mandi, saya langsung mencium aroma seperti orang lagi memasak sesuatu dan saya langsung menutup mata saya dan berkata ‘nyam nyam sedaaappp ‘ dan tidak sengaja saya saya pun langsung menjemur kembali handuk saya yang telah saya pakai mandi tadi.

 Setelah selesai menjemur handuk tersebut, saya langsung menole ke belakang dan ternyata aroma tersebut itu berasal dari dapur , dan saya pun langsung melangkah menuju dapur tempat aroma tersebut. dan saya melihat seseorang berpakaian serba hitam dan duduk di kursi plastik berwarna biru sedang mengayung ngayungkan stik penggorengan.

 Sesampainya di dapur tempat aroma tersebut, ternyata yang lagi memasak dengan aroma yang begitu menggairakan, dia sepupu saya namanya Moh.Rifhay, saya pun langsung bertanya kepada sepupu saya (fhay) kamu masak apa ? “ ujar saya sambil memegang pundaknya . lalu dia berkata masak ikan, soalnya saya lapar sekali dari tadi pagi saya belum ada makan ’ujarnya sambil mengayung ngayungkan stik penggorengan.

  Saya pun langsung meniggalkannya sendirian di dapur. Saya langsung menuju pintu keluar dan berdiam diri di bantaya depan rumah sambil membayangkan dia (fhay) berkata dalam hati “ ternyata dia jago masak juga yah. Entah keadaan apa  yang memaksa dia untuk mengambil inisiatif memasak sendiri “ pikirku sambil menatap buah jambu yang sudah matang dan siap untuk di makan siapa saja yang menyukainya .

              setiap orang punya kelebihan dan kekurangan