Kamar Mandi

*** Hari hampir magrib, saya lansung keluar dari ruangan tempat saya bekerja untuk keluar pergi mengambil handuk yang ada di tali jemuran depan kamar, lalu saya masuk kamar mandi untuk meamandikan tubuh saya yang seharian tidak pernah tersentuh oleh air sedikitpun. Setelah beberapa menit saya di kamar mandi , saya langsung teriak kepada teman saya kebetulan dia lagi asyik Nonton TV sekitar dua meter dari kamar mandi . “ kiyat matikan keran air “  teriak saya dari kamar mandi sambil menggosok badan yang gatal.

 ” Saya mencoba meneriaki kembali teman saya (kiyat) tapi dia tidak mendengarnya saya pun keluar dari kamar mandi dengan badan tanpa busana, kebetulan pada waktu itu suasana rumah tampak sepi jadi saya tidak perlu ragu untuk keluar dari kamar mandi tersebut. Sesampainya saya di depan TV tempat teman saya menonton ternyata teman saya itu sudah masuk kamarnya untuk tidur dan suara TV pun begitu keras jadi teriakanku tidak di dengar oleh teman saya. “dan saya berkata dalam hati ‘ kiyaaat kiyaaat ‘

Tidak mau membuang buang waktu saya pun langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi .

 Setelah saya keluar dari kamar mandi, saya langsung mencium aroma seperti orang lagi memasak sesuatu dan saya langsung menutup mata saya dan berkata ‘nyam nyam sedaaappp ‘ dan tidak sengaja saya saya pun langsung menjemur kembali handuk saya yang telah saya pakai mandi tadi.

 Setelah selesai menjemur handuk tersebut, saya langsung menole ke belakang dan ternyata aroma tersebut itu berasal dari dapur , dan saya pun langsung melangkah menuju dapur tempat aroma tersebut. dan saya melihat seseorang berpakaian serba hitam dan duduk di kursi plastik berwarna biru sedang mengayung ngayungkan stik penggorengan.

 Sesampainya di dapur tempat aroma tersebut, ternyata yang lagi memasak dengan aroma yang begitu menggairakan, dia sepupu saya namanya Moh.Rifhay, saya pun langsung bertanya kepada sepupu saya (fhay) kamu masak apa ? “ ujar saya sambil memegang pundaknya . lalu dia berkata masak ikan, soalnya saya lapar sekali dari tadi pagi saya belum ada makan ’ujarnya sambil mengayung ngayungkan stik penggorengan.

  Saya pun langsung meniggalkannya sendirian di dapur. Saya langsung menuju pintu keluar dan berdiam diri di bantaya depan rumah sambil membayangkan dia (fhay) berkata dalam hati “ ternyata dia jago masak juga yah. Entah keadaan apa  yang memaksa dia untuk mengambil inisiatif memasak sendiri “ pikirku sambil menatap buah jambu yang sudah matang dan siap untuk di makan siapa saja yang menyukainya .

              setiap orang punya kelebihan dan kekurangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s