Sampah

  *** pagi itu jam setenga enam, Terdengar  suara gemuru “ Motor” di pagi hari, sekitar  10 menit suara  gemuru itu menghilang, dan aku  pun bergegas dari tempat tidur menuju halaman rumah dengan mata sedikit tertutup.

  ‘ Sesampainya di rumah aku langsung  melirik kekiri dan kekanan dan ternyata tak seorang pun yang berjalan atau berdiri di depan rumah mereka,

 ‘ aku pun tidak membuang  buang banyak waktu, aku langsung mengambil sapu untuk membersihkan sampah yang berserakan di bawah pohon ‘Jambu’.,

 ‘ setelah beberapa menit aku membersihkan halaman rumah, tiba tiba aku melihat sinar yang berwarna agak kemerah merahan bercampur kuning mengenai sapu yang aku pegang dan juga mengenai sampah tersebut.dan berkata dalam hati ‘ 0oh itu hanyalah sinar mentari yang baru s muncul dari persembunyiannya’ sambil  mengucek ngucek  mata.’

 ‘ beberapa saat kemudian, tanpa sekilas aku melihat bayangan entah itu orang atau itu hanya ilusinasiku saja, ujarku sambil memasukan sampah dalam tong.

 ‘ aku pun tak ingin berlama lama,aku langsung masuk ke dalam rumah, sekitar 1 m , menghampiri ruang ‘dapur’ aku mendengar suara seperti orang yang sedang menuangi  air ke dalam sebuah gelas.dan aku pun langsung mengintipnya dari kejauhan dengan perasaan yang penuh  tanda tanya, ujarku sambil menoleh ke kiri dan kekanan.

 ‘ dan aku langsung masuk keruang ‘dapur’ dan ternyata yang aku lihat tadi itu adalah teman aku namanya Moh Taufik, aku dan teman teman yang lainya biasa memanggil dia dengan sebutan  Upik.

 “ aku pun bertanya pada teman aku ‘upik’ itu ,, upik tumben kamu bangun cepat. ?. . tanyaku dari depan pintu ruang ‘dapur’ lalu upik menjawab ‘0oh saya bangun cepat ini di karenakan saya ingin mencuci pakain saya, dan kebetulan hari ini, jam 08 saya harus masuk kampus. “ Ujarnya sambil menghidupkan keran air yang ada di depan tepatnya di depan aku“

 “ aku pun berkata “ 0oh begitu to0 . . . ya .ya .ya “  ok siiiipppp ‘ aku pun berkata padanya “ aku juga ini mau mencuci pakaian tapi nanti sebentar “ sambil memungut kertas yang ada di bawahku ‘

 “ aku dan teman ‘upik’ aku sedang asyik berbincang bincang,tiba tiba terdengar suara tepatnya di ruang TV dan itu seperti pintu di buka. Setelah itu beberpa menit kemudian keluarlah ‘ Abdurahman’  “ dengan mata yang sedikit tertutup dan membawa sehelai sarung. “ dan dia juga teman aku,aku dan teman teman yang lainya biasa memanggil dia dengan sebutan ‘ Rudy’.

 “ setelah teman aku ‘ rudy’ dia langsung menghampiri aku dan teman  aku ‘ upik’ dengan tidak segan segan mengeluarkan kata kata andalanya,dan anehnya kata kata itu di tujukan kepadaku ‘ biaaaaaassssaajoooo dediiiiiiiiiii ‘ aku dan teman aku ‘upik’ langsung tertawa sambil berkata ‘ kau dapat dari mana lagi istilah begitu itu ‘ tanyaku kepada rudy . . .

 ‘ dan beberpa saat kemudian  terdengar kembali suara seperti orang yang membuka pintu. Teman aku ‘upik’  berkata ‘ kiyat stow itu’ ujarnya sambil melihat  keran air yang sedang mengisi sebuah loyang. “

 “ dan ternyata, yang keluar dari pintu tersebut , bukanlah kiyat, melainkan Teman aku ‘Moh Rifay’ . aku dan teman teman yang lainya biasa memanggil dia ‘ fhay’ . di sisi lain dia ‘fhay’ orangnya sangat cerdas dan tidak sombong.                        dan fhay  berjalan menuju ruang ‘ dapur’ untuk meminum segelas air putih. Dan di ikuti oleh beberapa Kapuk yang melekat di bajunya. Tanpa ragu ragu teman aku ‘ rudy’ berkata ‘ mungkin saja dia ‘fhay’ semalam waktu menerima telepon dari temannya, dan dia berbaring di kasur yang ada sobekanya sedikit jadi kapuk kapuk tersebut melekat di bajunya, ujar rudy sambil mengangkat ngangkat barbelnya “

 ‘ lalu teman aku ‘ rudy’ dan tidak sengaja dia ‘rudy’ mengata ngatai ‘fhay’ dengan sebutan “ makanya fhay jangan terlalu banyak pacar “ ujarya masih mengangkat ngangkat barbel “  tidak segan segan   fhay langsung mengeluarkan kata  kata andalannya “ kenapa kau bikin begitu saya rudy “ sambil  mengusap ngusap rambutnya .

 “ aku dan teman ‘upik, rudy, dan fhay’. Sedang bercanda tawa di depan ruang ‘dapur’ dan tiba tiba terdengar suara gemuruh ‘ Motor’ yang berhenti tepat di depan rumah.  Dan aku langsung mendugah kalau yang datang sepertinya Ka ‘ Andika’. Setelah beberapa menit kemudian terdengarlah suara salam,  aku dan teman teman ‘ upik,rudy, dan fhay ‘ serentak menjawab salam dari ka ‘ Andika itu .dan  itu jelas sekali bahwa yang datang tadi itu adalah ka ‘ Andika’  “ aku sambil melihat ke arah pintu masuk “

  “ seperti biasanya setiap pagi ka ‘ Andika selalu menyuruh di antara teman teman yang lain untuk  membuatkan secangkir kopi untuknya. Untuk bisa menghangatkan tubuh di pagi hari.

 “ Biasanya dia berkata ‘ ka. Andika ‘ upik baut kopi dulu .tanyanya pada upik sambil memencet mencet hpnya. Dan upik pun menjawab dengan kata yang sering juga di pakai “ ohh siiiiiiiiippppp “ ujar upik sambil beertanya pada aku “ ded . .  ada minyak kah kompor “ aku pun menjawabnya “ ada upik,, soalnya aku kemarin di beri uang oleh ka ‘ Rahma’ untuk beli minyak dan bumbu lainya dan itu semua sudah aku beli “ desisku sambil memutar mutar gantungan ‘ hanger’ baju “

 “ jam sudah menunjukan setengah delapan lewat lima belas menit , aku mencoba membuka pintu kamar yang sering di pakai teman aku untuk tidur.

 “ setelah bebrapa menit kemudian kopi buatan untuk ka ‘ Andika sudah siap , dan upik langsung mengantarkannya kepada ka ‘ Andika’ yang sedang asyik membaca  koran pagi di depan Tv . .

 “ aku pun terus berupayah membuka pintu kamar tersebut , dan ternyata pintu kamart itu terkunci dari dalam . aku pun tidak kehabisan cara untuk membuka pintu itu . dengan cepat aku langsung pergi menemui ka ‘ Andika’ yang sedang asyik membaca koran .

  Ka Andika, pintu kamar itu terkunci dari dalam, lanjut aku. Dan ini sudah jam setengah delapan lewat.kasian upik dia mau mengganti pakaianya soalnya dia mau pergi kampus .ujarku pada ka ‘ Andika’ sambil memutar mutar gantungan  ‘ hanger’ baju.

 “ tidak lama kemudian ka ‘ Andika ‘ langsung menuju kamar itu. Dan mengetuk ngetuk sambil mengeluarkan suara khasnya “wooyy wooyy wooyy bangunn bangunn “ , cepat sudah mandi sana biar segar.

 “ tak lama kemudian pintu itu terbuka secara perlahan lahan. Dan keluarlah seseorang dari kamar itu ,dan berkata “  anna mengantuk sekali ,soalnya tadi malam anna nanti jauh malam baru tidur” sambil memasang sendal di kakinya dan menuju ke kamar mandi . dan dia juga teman aku namanya ‘Alkiyat j Dariseh’ aku dan teman yang lainya sering memanggilnya dengan sebutan ‘ kiyat’ dia orang baik dan rama”   “ desisku sambil melipat pakaian”.

  “ aku mendengar kembali suara pintu yang terbuka perlahan lahan juga.” Ujarku sambil menatapi pintu itu “ . .  tak lama kemudian keluarlah teman ‘ Nursaid’ aku . .sambil mengucek ngucek matanya. Aku dan teman lainya memanggilnya dengan ‘indra’  dia ini orang pintar sekali baik itu segi teori maupun praktek , ,dan teman teman lainya juga menyebutnya dengan sebutan “ bapak khoky” soalnya dia pintar dan pandai sekali kalau masak memasak. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s