cari pengalaman jilid 1

Selama 1 bulan penuh di palu. saya masih teringat dengan kampung halaman saya yang jauh di sana. yang jaraknya itu dari kota tempat saya sekarang ini kurang lebih 300 km. Dan itu menempuh waktu yang cukup lama.

Setelah beberapa menit duduk termenung, saya berpikir kembali, kalau saja saya masih tetap bertahan di kampung halaman saya , mungkin saja saya ini belum mengetahui perkembangan apa saja yang sudah terjadi di era modern ini baik itu perkembangan tekhnologi maupun perkembangan – perkembangan imformasi lainya.

Nah justru itu, saya ingin keluar dari keterpurukan itu. Dan ingin mengetehuinya lebih jauh lagi.
Tidak terasa, saya tinggal di kota orang ini sudah memasuki bulan kedua. “ kalau saya selalu diam begini, dan saya tidak punya inisiatif, apa apa saja itu pasti saya tidak akan mengetahuinya.” Pikirku.

Dan saya tidak mau selalu tergantung oleh orang tua saya.orang tua saya selalu mensupot saya dalam hal apapun itu yang penting tidak merugikan orang lain. Karena saya tahu , yang hidup di dunia ini bukan hanya saya seorang. Jadi, jalani hidup itu dengan sebaik mungkin dan selalu berbagi.

“ kring, kring ,.” Terdengar lagi suara deringan, dan itu suara deringan hp saya. Yang jenis deringnya memanggil dan itu dari Om saya. “hallo, assalammualaikum warahmatullahi wabarakattu “ jawabku. “ ded, kamu dimana? Tanya om saya. “ di rumah tante saya om” jawabku. “o, kamu bisa jagakan tokonya om ?” tanyanya. “ soalnya tokonya om tidak ada yang jaga. Jadi kalau bisa kamu kamri sekarang.” Lanjutnya.
“o, iya om “ kataku. “ saya pun langsung bergegas dari tempat duduk saya untuk mengambil tas saya yang ada di dalam kamar itu. “ tante saya mau pamit dulu mau ke tokonya om.” Kataku . “ soalnya tidak ada yang jaga tokonya.” Ujarku. “ o, iya hati hati di sana. Jangan nakal, terus menurut kalau om bilang.” Tanteku. “ iye tante, makasi tante.” Kataku. “Sambil mencium tangannya.” “ saya pergi dulu tante” pamitku. “ iya hati hati. “ katanya.

Sekitar 19.07 wita saya tiba di toko om saya tersebut. “Asslammualaikum” salamku. “ walaikummusalam” jawab. “ ada om” tanyaku. “ o, ada. Tapi ada di dlam kamar mandi dia “ kata seorang karyawan om saya. “ iya.” Ujarku. Saya pun langsung menyimpan tas saya di samping pintu kamar om saya itu.
“e , ded.” Om saya. “ dengan siapa kamu kemari ?” tanyanya. “ saya sendiri saja om” jawabku. “ jadi bagimana, kamu mau jagahin tokonya om tau bagaimana ?” tanyanya. “ iya saya mau om” jawabku. “ “ ok, kalu begitu.”ujarnya. om mau keluar dulu sebentar , soalnya ada urusan sedikit di luar.” Katanya. “oh, iya om” balasku.
Sekitar setengah jam kemudian, saya pun langsung mengambil handuk yang ada di dalam tas saya. Dan saya pun pergi menuju kamar mandi yang jaraknya tidak jauh dari ruang tamu itu.

Suasana semakin sepi. Saya pun tidak tahu mau berbuat apa. Dan waktu sudah menunjukan pukul 22.15 wita. Dan mata saya juga sudah mulai tertutup perlahan- lahan. Saya pun tidak membuang – buang waktu , saya langsung mengambil kasur yang ada di atas tempat tidur itu. “ sepertinya tidur di lantai itu lebih asyik dari pada tidur di atas ranjang.” Pikirku.

Saya pun langsung menjatuhkan badan saya di atas kasur yang berukuran 1X 3 itu. “ Alhamdulillah, akhirnya saya bisa istrahaat juga.” Ujarku .
“ kring – kring “ terdengar lagi suara hp saya yang ada pas di samping saya tidur itu. “ hallo” sapaku. “ ded.” Om saya. “ tutup saja pintu toko itu , om tidak balik ke toko lagi. Om sudah di rumah ini.” Lanjutnya. “ oh. Iye om, sudah saya tutup” ujarku. “ok.” Om saya.

“ Berarti malam pertama di sini , tidur sendiri lagi.” Desisku.
Sebelum tidur saya terlebih dahulu mencuci kaki dan menggosok gigi. Setelah itu saya saya tidur. “ wah, ini sudah kelewatan waktu tidur saya.” Kataku. Saya pun langsung tidur dan terlelap.

“ Asslatu hairun minannnaun.” “ ternyata sekarang sudah subuh ya.” Ujarku. Saya pun langsung bangun dari tidur saya dengan mata agak sedikit tertutup. Dan langsung menuju keran air yang ada di samping kamar mandi , dan untuk mengambil air bersih (wudhu).

Dan langsung shalat. Setelah shalat saya , saya melihat ada Alkur’an di atas lemari itu, dan itu milik om saya. Saya pun tidak segan – segan mengambilnya, karena saya hanya ingin membacanya saja dan tidak punya niat jahat ataupun yang lainya.
Cahaya birunya langit sudah mulai kelihatan. Dan itu menunjukan waktu pagi tidak lam lagi. Tiba – tiba hp saya berdering. “ siapa yang menelpon ya subuh – subuh begini .” tanyaku dalam hati. Dan saya langsung melihat hp saya dan ternyata , itu dari tante saya. “ hallo.” Sapaku. “ hallo de. sudah selesai shalat ?” tanya tanteku. “ sudah tante .” jawabku. dan ini lagi mengaji. Lanjutku. “ oh, iya . “ katanya.

Dan saya pum melanjutkan kembali bacaanku. Hingga sang pajar menyambutku dengan begitu indah akan sinarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s