cari pengalaman jilid 2

Suara adzan mulai terdengar lagi . saya pun langsung bergegas pergi menuju keran air yang ada di samping kamar mandi itu, untuk mengambil wudhu.

Setelah beberapa menit mengerjakan shalat , tiba – tiba terdengar lagi suara deringan Hp saya yang ada di samping bantal guling itu.
“ Hallo , om “ sapaku. “ dengan siapa kau di toko ? “ tanya om . “ saya sendiri saja om “ kataku. “ oow iya, om sebentar lagi mau kesitu “ om saya. “ saya mau beli susu untuk Dafu dulu “ lanjutnya. “ oww. Iye om “ ujarku. “ ok ok “ om saya.

Waktu sudah menunjukan pukul 13.00 wita. Sengat matahari mulai menyerang. seperti rasanya berada di dalam open. Keringat bercucuran perlahan – lahan menuruni pipi hingga ke leher.
Saya pun tidak tinggal diam . saya pun mencari akal untuk bisa tetap dingin, meskipun sengat matahari begitu panasnya.

“ adoo panas sekali e, apa yang saya buat ini supaya saya tetap dingin. “ kataku dalam hati , sambil melirik kekiri dan kekanan.
tanpa tidak sengaja, saya melihat kipas angin yang berada sidut dinding itu.

Saya pun bertanya – tanya . “ kira – kira ini masih bisa di pakai ka “ kataku. “ ahh, saya coba dulu. tapi sebelumnya saya harus membersihkannya dulu. “ kataku. “ Soalnya sudah di penuhi debu dengan berbagai macama kotoran lainya, yang melekat di kipas angin itu.” Lanjutku.

Setelah membersihkan kotoran – kotoran yang melekat di kipas angin itu, saya pun langsung memajangnya kembali di tempatnya. Dan saya menarik kabel untuk di siap colok. “ Asyikkk , ternyata masih bisa di pakai “ kataku. Sambil tersenyum – senyum. “ ahh segar.” Kataku.

“ sudah jam begini .om saya belum datang juga.” Kataku. “ biar saja, “ ujarku. “ mungkin saja dia masih ada kesibukan lain di luar sana. Sehingga belum datang juga.” Lanjutku.
“ crug . crug .” astagaa . , perutku sudah mengeluarkan bunyi. Itu pertanda bahwa saya lapar. “ saya baru sadar ternyata dari pagi sampai sekarang, saya belum ada makan – makan “ kataku sambil memegangi perut.

“ kalau saya menunggu om saya datang, bisa – bisa maagku kambu lagi.” Lanjutku.
Saya pun keluar dari toko. Saya pun melirik kekiri dan kekanan. Ternyata di jalanan sepi juga.

Kebetulan pada saat itu, toko om saya berdekatan dengan Ruma sakit. Jadi tiap pagi dan siang – siang . itu ada yang menjual nasi bungkus. Nah pada waktu itu juga saya lansung pergi ke rumah sakit . setibahnya di sana saya langsung membeli nasi bungkus itu lalu saya balik ke toko lagi.

Setibahnya saya di toko, saya langsung mengambil piring yang tersusun rapi di temaptnya itu. Lalu saya makan .

Setelah selesai makan, tiba – tiba saya berpikiran. “ kira – kira ada air minum ka di sini ?” tanyaku dalam hati.
Saya pun langsung menyimpan nasi yang sedang saya makan itu. Untuk mencari air minum yang ada di toko itu. “ astagaaa. Ternyata air minum di sini tak ada “ kataku. Sambil menggeleng – gelengkan kepala.

“ kalau begitu, saya harus beli air minum dulu.” Kataku. Saya langsung pergi ke kios untuk membeli sebotol air minum yang berukuran sedang .

Tibahnya di toko, saya langsung minum. dan melanjutkan kembali makan saya.
“ Alhamdulilla, akhirnya kenyang juga “ kataku. “ adoo tidak semuda yang kita bayangkan. Ternyata di kota itu kalau tidak punya uang bisa – bisa mati kelaparan. Di tambah lagi kalau tidak punya keluarga. Adooo ampun saya.” Imbuhku.

“ Assalammualaikum “ sapa om. “ waalaikummuasalam” sahutku. “ om ada bawahkan ded makanan ini.” Katanya. “ iye om, sudah selesai makan juga saya tadi.” Kataku. “ oww, beli makanan kamu tadi ?” tanyanya. “ iye om, saya beli dengan mas – mas yang menjual di rumah sakit itu.” Kataku. “ oww. Iye. Enak nasinya itu.” Om saya. “ saya juga biasa beli nasi dengan dia “ lanjutnya.
“ ok, ok om mau mandi dulu ya ded.” Katanya. “ iye om.” Ujarku.

Setelah selesai mandi , om saya langsung memberi tahu saya tentang bagaimana cara menawarkan barang kepada orang lain dengan benar dan sopan.
Setelah beberapa jam, tiba – tiba terdengar kembali suara adzan. Dan itu menunjukan bahwa hari telah usai.
“ iyo siap siap ded “ kata om saya. “ iye om .” kataku. Saya mau ambil sejada dulu dengan topi.” Lanjutku.
Dan lalu saya langsung pergi ke Masjid dengan om saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s